ProfilSLBTunasHarapan

Mengenal lebih dalam sejarah, misi, dan jenjang pendidikan SLB Tunas Harapan Samarinda.

Lingkungan SLB Tunas Harapan
Sejarah Singkat

PerjalananSLBTunasHarapan

SLB Tunas Harapan didirikan di Palaran, Samarinda dengan niat tulus untuk menyediakan akses pendidikan yang layak dan ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang tinggal di kawasan Palaran dan sekitarnya.

Sebelum sekolah ini berdiri, banyak anak istimewa di daerah sekitar kesulitan mendapatkan pendampingan belajar khusus karena jarak tempuh yang jauh ke pusat kota Samarinda. Dengan inisiatif yang kuat, didirikanlah SLB Tunas Harapan untuk menjawab kebutuhan mendesak tersebut.

Hingga kini, sekolah ini terus berkembang baik dari segi kapasitas pengajar, kualitas sarana fisik, maupun keragaman keterampilan vokasional yang diajarkan, demi tercapainya satu tujuan mulia: mengantarkan anak-anak berkebutuhan khusus menuju pintu gerbang kemandirian.

Landasan Kerja

Visi & Misi Sekolah

Pedoman kerja utama kami dalam mendampingi tumbuh kembang putra-putri istimewa.

V

Visi Kami

“Terwujudnya murid yang bertakwa, kreatif, mandiri dan komunikatif”

M

Misi Kami

  • Meningkatkan iman dan takwa melalui pembiasaan ibadah dan kegiatan keagamaan yang adaptif.
  • Menyelenggarakan pembelajaran berbasis minat dan bakat untuk melatih kreativitas siswa.
  • Memberikan pelatihan vokasional berkelanjutan agar siswa memiliki keterampilan hidup mandiri.
  • Melatih komunikasi sosial siswa melalui terapi wicara dan interaksi lingkungan ramah.
Program Belajar

Jenjang Pendidikan

Tiga jenjang pendidikan formal khusus untuk memfasilitasi setiap tahap perkembangan anak.

SDLB (Sekolah Dasar Luar Biasa)

Menekankan pada pembentukan karakter dasar, stimulasi kognitif awal, terapi bina diri, serta sosialisasi sesama teman.

SMPLB (Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa)

Pengembangan akademik adaptif yang dipadukan dengan pengenalan awal vokasional (kerajinan, membatik, tata boga dasar).

SMALB (Sekolah Menengah Atas Luar Biasa)

Fokus utama pada kemandirian hidup, pelatihan vokasional intensif, serta penyiapan integrasi ke tengah masyarakat.